Senin, 30 September 2013

0 RADJA-PARIS BARANTAI


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Setelah kemarin saya berbagi link download lagu banjar yang berjudul uma abah, kali ini saya kemabli membagikan link untuk mendownload lagu banjar yang berjudul Paris Barantai yang juga di populerkan oleh Grup band Radja.
Lagu yang memiliki majas2 berbahasa banjar ini menceritakan tentang seorang pemuda dari kota baru(salah satu kabupaten di Kal-Sel)yang sudah ingin bedatang (melamar)sang pujaan hati/adinda.
Berikut lirik dan link download nya, silahkan di sedot
Radja-Paris Barantai
Wayah pang sudah
Hari baganti musim
Wayah pang sudah
Kotabaru gunungnya Bamega
Bamega umbak manampur di sala karang
Umbak manampur di sala karang
Reff
Batamu lawanlah adinda
Adinda iman di dada rasa malayang
Iman di dada rasa malayang
Pisang silat tanamlah babaris
Babaris tabang pang bamban kuhalangakan
Tabang pang bamban kuhalangakan Back to Reff
 Tadi malam bamimpilah datang
Badatang lawan si ading lawan si ading
Rasa bapaluk lawan si ading
Rasa bapaluk lawan si ading
 SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH ATAU COPY PASTE LINK BERIKUT DI NEW TAB
(http://www.index-of-mp3s.com/download/mp3/lagu/id/09c0483f/puisi-berantai/)
http://www.index-of-mp3s.com/download/mp3/lagu/id/09c0483f/puisi-berantai/

Minggu, 29 September 2013

0 Latihan Bina Prestasi INKAI Tanah Bumbu


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Karateka INKAI Bina Prestasi Tanah Bumbu Latihan Bersama


Pada hari minggu (30/06/2013), lapangan basket pagatan dipenuhi puluhan anak – anak yang tergabung dalam tujuh dojo yang bernaung di bawah binaan INKAI Bina Prestasi Kabupaten Tanah Bumbu yang diasuh dan dibina langsung oleh Bapak Bupati Tanah Bumbu. Latihan bersama tersebut diikuti oleh Dojo Bina Satria, Dojo Arrasyid Segumbang, Dojo Avatar Dishubkominfo Kab. Tanah Bumbu, Dojo SMPN 4 Kusan Hilir, Dojo KTM, Dojo SDN 1 Batuah, dan Dojo SMK Tunas Bangsa. Latihan yang dipimpin oleh salah satu tokoh karate Tanah Bumbu, Senpai Fawahisah Mahabatan, SE ini diikuti sekitar 60 orang. Dalam latihan tersebut menurut tokoh muda Kabupaten Tanah Bumbu yang juga sekaligus penyandang DAN III INKAI ini adalah salah satu jalan untuk menumbuhkan bibit – bibit baru karateka INKAI yang diharapkan agar dapat menuai prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun internasional. Menurut beliau, memang Tanah Bumbu khusus dalam cabang olahraga karate memang sudah banyak memiliki karateka berprestasi di tingkat nasional, contoh saja seperti Hesnita Daniar, Jasminda Alwiyah, Trio Kata Beregu INKAI, Achmad Nurjani, Heriansyah, dan Amirullah sudah memiliki nama di kancah nasional seperti Kejurnas SBY Cup, Kejurnas INKAI dan masih banyak lagi, ungkap beliau. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Tanah Bumbu, PT. Arutmin Indonesia, dan banyak pihak yang telah mengapresiasi dan mendukung usaha kami dalam membina generasi muda Tanah Bumbu, semoga mampu membina terus di masa yang akan datang, ungkap beliau.
Di kesempatan yang sama pada latihan tersebut yang sudah diadakan sebanyak dua kali, salah satu pelatih karate Tanah Bumbu Senpai Ahmad Zaki, SE, program INKAI Bina Prestasi Tanah Bumbu ini memang sudah lama digulirkan sejak tahun 2010 yang lalu, namun telah terlihat hasilnya pada awal 2011 hingga saat ini. Ke depan program ini akan menjadi program berkelanjutan dan diharapkan agar Tanah Bumbu mampu mendudukkan kembali wakilnya di PP INKAI seperti yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu karateka INKAI Tanah Bumbu M. Amin dan Marwana. Kami menargetkan ke depan akan ada atlet karate kabupaten Tanah Bumbu yang mampu menjadi juara di Asia maupun juara dunia, harap penyandang DAN II INKAI ini. Hal ini akan terlaksana jika pemerintah daerah dan masyarakat dapat mendukung perkembangan karate di masa yang akan datang.
Hal senada diungkapkan oleh salah satu pelatih karate INKAI Kabupaten Tanah Bumbu, Senpai Syafruddin, yang akrab dipanggil Senpai Unding KTM oleh anak – anak INKAI. Menurut beliau, partisipasi masyarakat dan sosialisasi yang tiada henti dari INKAI mengenai manfaat karate sebagai seni beladiri dan cabang olahraga adalah sangat penting, mengingat karate akan masuk menjadi salah satu cabang olahraga olimpiade maka dari itu sumber daya manusia, baik atlet, pelatih yang bersertifikat, wasit dan juri bersertifikat serta penguji bersertifikat adalah sangat penting, mengingat Tanah Bumbu baru memiliki empat orang karateka yang bersertifikat nasional, yaitu Bagus Aulia Iskandar, Fawahisah Mahabatan, SE, Ahmad Zaki, SE dan Meidy Kawalo. Ke depan, INKAI Kabupaten Tanah Bumbu akan memperbanyak SDMnya sehingga pembinaan karate akan terus berkelanjutan, harap penyandang DAN II INKAI ini.
Disinggung mengenai adanya karateka INKAI yang berpindah haluan, menurut sekretaris umum INKAI Kabupaten Tanah Bumbu Senpai Ruspiansyah, adalah salah satu dinamika organisasi. Di satu sisi sangat disayangkan mereka berpindah, tetapi disatu sisi adalah salah satu keniscayaan bahwa INKAI makin hari makin harus memperketat aturan organisasi terutama dalam memahami AD/ART INKAI, supaya mereka yang berniat pindah paham bahwa INKAI sangat menjunjung tinggi aturan organisasi. Baru – baru ini kami membuat rekomendasi ke dewan guru untuk mencabut sabuk hitam atas nama saudara Supriyadi Parioh, DAN I INKAI, Pelatih INKAI Dojo PDAM Bersujud yang berpindah haluan dikarenakan yang bersangkutan melanggar AD/ART INKAI. Jika timbul pertanyaan apa yang bersangkutan sudah ditegur, kata beliau menegaskan bahwa sudah dilakukan  prosedur organisasi, mediasi dan pendekatan persuasif, tetapi ternyata yang bersangkutan tidak menanggapi, malah menyatakan diri keluar dari INKAI, maka kami sesuai aturan yang bersangkutan diberhentikan secara tidak hormat melalui surat ke dewan guru INKAI dan MSH Kalsel, dan disebarkan ke seluruh instansi dan organisasi terkait.  Maka jika yang bersangkutan ingin kembali ke INKAI maka dia kembali lagi ke sabuk putih, mengulang dari awal lagi, tegas Pelatih Dojo INKAI Bina Warga ini.
Dalam latihan tersebut, juga dilakukan acara makan bersama yang melambangkan kebersamaan dalam INKAI, sehingga diharapkan INKAI akan terus semakin maju dan berjaya di Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam acara makan bersama tersebut, juga ditetapkan bahwa INKAI Bina Prestasi Tanah Bumbu adalah program pendukung INKAI Kabupaten Tanah Bumbu untuk mempersiapkan atletnya baik mulai usia dini hingga senior untuk menghadapi beberapa event tahunan, seperti SBY Cup, Kejurnas INKAI, serta banyak kejuaraan lain baik bertaraf lokal hingga internasional. 
Mendagri 2012

0 Download Lagu Banjar - Uma Abah Di Populerkan Oleh Grup Band Radja


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Uma Abah Adalah salah satu dari sekian banyak lagu daerah banjar, lagu uma abah ini menceritakan tentang orang tua (kuitan dalam bahasa banjar)yang selalu mencari nafkah dengan banting tulang tidak mengenal panas hujan dan derai guntur, so lagu ini memang membuat si pendengar merasakan perjuangan orang tua untuk seorang anak yang selalu mereka cintai. berikut adalah lirik lagu Uma Abah Di populerkan oleh grup Band RADJA
1. Hari panas manggantang Matahari manggantang panasnya manggantang Rasa rakai tulang iga sampai ka pinggang mangilik nanang, galuh caramin matanya Uma batulak, mancariakan rajakinya
2. Guntur kilat basambung Ujan labat arus daras wan galumbangnya Awak basah kadinginan di tangah sungai Abah malunta, baluman tantu pakulihnya Abah batulak, mancariakan rajakinya
3. Uma, ‘mun bulih sakit uma kugantiakan lawan sagala pahalaku Abah, ‘mun bulih paluh abah kugantiakan lawan sagala amalku Uma Ratu’ai Abah Raja’ai
4. Ya Allah Ya Robbi Kucium batis uma nang manyayangi Kucium tangan abah nang malindungi Ampuniakan dosa uma wan abahku Ampuniakan dosa uma wan abahku (*) Kembali ke no.3 selanjutnya
5. Allahumma Allah Robbighfirli wali waa lidayya 2 x Ampuniakan dosa uma wan abahku 2 x ..

klik gambar download gasan manyimpan lagu ka parangkat pian kawan ai
atau copy hanyar di paste di new tab link nang inih (http://www.ziddu.com/download/23061836/radja-umaabah-newcdrip.mp3.html)
Download Button

Sabtu, 28 September 2013

0 Tenun Pagatan menjadi THE BEST DRESS di ajang Singapore International Expo 2012


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Kain Tenun Pagatan Berjaya Di Singapura

Batulicin – Kain tenun khas Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) selama hampir dua tahun ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Menurut bupati Mardani H Maming, komitmen pihaknya untuk terus mengembangkan kain tenus khas Pagatan itu tidak lain untuk lebih mengenalkan aset budaya daerah tersebut ke kancah yang lebih luas lagi.
“Langkah ini juga kita arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin, selain tentu saja hal ini kita proyeksikan agar kain tenun khas Pagatan sebagai bagian penting khasanah  budaya daerah terus berkembang dan mampu menjadi salah satu ikon Kabupaten Tanah Bumbu”, sebut Mardani.
Pembinaan yang sudah dilakukan pemerintah daerah sejauh ini antara lain, dilaksanakannya pelatihan menenun dengan mendatangkan instruktur dari Jepara Jawa Tengah, dan diberikannya bantuan alat tenun kepada kelompok pengrajin di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir.
Kerja keras dan komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah untuk mendorong semakin berkembangnya kain tenun khas Pagatan itu akhirnya berbuah prestasi. Dan tak tangung-tanggung, torehan prestasi itu terukir di ajang internasional pada even Singapore International Expo 2012 yang berlangsung pada tanggal 2 Mei hingga 6 Mei 2012 yang lalu.
Pada even yang diikuti negara-negara sekawasan Asia Tenggara itu, kain tenun khas Pagatan yang bersaing dengan kain tenun khas dari 23 kabupaten/kota lain di Indonesia dan sejumlah daerah dari negara-negara Asia Tenggara mampu menjadi jawara.
“Kain tenun khas Pagatan yang diboyong Yayasan Agradia Kalimantan Selatan  menampilkan rancangan busana  dengan bahan dasar kain tenun khas Pagatan berhasil menyabet gelar THE BEST DRESS dari dewan juri pada ajang bergengsi Singapore International Expo 2012 itu”, kata bupati Mardani H Maming.
Koordinator Stand Kalsel di Singapure Internasional Expo 2012, Sri Naida mengatakan kain tenun Pagatan harus terus dikembangkan. Salah satu pola pengembangan yang dapat dilakukan oleh para pengrajin dibawah pembinaan pemerintah daerah yakni pengembangan pada motif dan kemasan serta pola pemasaran. Ini penting dilakukan, agar kedepan kain tenun khas buah tangan masyarakat Pagatan itu dapat lebih membumi tidak hanya di level nasional namun juga dilevel internasional secara luas.
“Banyak pengunjung yang terpukau dengan busana kain tenun khas Pagatan  saat model kami tampil di sesi peragaan busana. Dan saat expo pun banyak pengunjung yang berminat untuk membeli kain tersebut. Bahkan kami sempat kewalahan melayani peminat karena kain yang dibawa sangat terbatas jumlahnya,” ujar Naida.
Namun, menurut Naida, pengunjung lebih tertarik dengan kain yang sudah dikemas menjadi busana jadi. Dengan begitu keindahan kain tenun Pagatan akan terlihat trendy dan anggun.
Saat ditanya kenapa kain tenun Pagatan yang dipilih pihaknya untuk dipromosikan pada ajang Singapure International Expo, Naida mengatakan karena kain tenun Pagatan merupakan satu-satunya kain khas daerah yang dioleh dengan cara ditenun oleh masyarakat di Kalimantan Selatan.
“Di Kalsel, satu-satunya daerah yang mempunyai kain khas yang dioleh secara ditenun hanya ada di Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu. Pada tahun-tahun sebelumnya di even yang sama, kami membawa kain khas lain dari daerah lainnya di Kalsel, namun di diskualifikasi karena kain yang kami bawa bukan kain hasil tenun,” ungkap Naida.
Naida berharap, kedepannya kain tenun khas Pagatan dapat dikembangkan dengan serius oleh pengrajin dibawah binaan pemerintah daerah. “Motif kain agar lebih dipertegas dan dikembangkan keanekaragaman motifnya. Hingga saat ini, kain tenun Pagatan sangat sulit ditemukan di pasaran, adanya hanya di Tanah Bumbu’, timpalnya.
Ketua TP PKK Tanbu yang juga Ketua Dekranasda Tanbu Hj Erwinda Mardani  menambahkan, pada even internasional itu, rancangan busana dengan bahan dasar kain tenun khas Pagatan nampak indah dan anggun saat diperagakan oleh model cantik Provinsi Kalsel Rasuna Selvi. Busana yang diperagakan model Rasuna Selvi itu nampak semakin indah dan memesona juri karena rancangan itu juga dipadupadankan dengan aksesoris tambahan berbahan dasar rotan, intan dan berlian, serta dilengkapi  dengan tatanan sanggul dirambut indah Rasuna Selvi yang ditata menyerupai bentuk perahu khas Kalsel.
Dengan prestasi yang ditoreh oleh daerah melalui kain tenun khas Pagatan itu, Erwinda berkomitmen, pihaknya bekerjasama dengan dinas teknis terkait akan mendorong pengrajin agar terus berkreasi dalam mengolah motif dan kemasan kain tenun khas Pagatan sehingga akan mampu bersaing di pasar garmen dan fashion di Indonesia, bahkan di kancah internasional.
“Untuk kemasan, kami akan coba memformulasikan sebuah kerja sama dengan pihak ke tiga agar kedepan kain tenun khas Pagatan ini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk kain, tapi juga dalam bentuk pakaian jadi”, kata Erwinda seraya menambahkan, pihaknya juga tengah mencari solusi konstruktif agar pemasaran kain tenun khas Pagatan ini dapat diperluas, tidak hanya dipasarkan di dalam daerah saja.
Pasalnya kata dia, sejauh ini kain tenun Pagatan sangat sulit ditemukan dipasar diluar Tanbu. Kain tenun Pagatan hanya bisa ditemui di Kabupaten Tanah Bumbu, dan dipasarkan langsung oleh pengrajin di Pagatan saja.
Dengan keberhasilan kain tenun khas Pagatan memperoleh prestasi the best dress atas inisiasi yang dilakukan oleh Yayasan Agradia Kalsel bekerjasama dengan PT. Mampang Daya Saba, Rumah Gaun Pengantin Hendry, House of Tanjung Barlian, serta Verus Catering, pada Jum’at (11/5) lalu rombongan duta daerah itu berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman bupati Mardani H Maming. dikutip dari tanahbumbukab.go.id

0 Sejarah Singkat Kabupaten Tanah Bumbu


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Sejarah Kabupaten Tanah Bumbu

logo tanah bumbuDR. Eisen Berger (1750) menulis : Pagatan dibangun oleh orang-orang Bugis. Tetapi sebelum itu lebih dahulu sudah ada banyak orang Bugis di sekitar muara Sungai Kusan dan Kawasan Tanah Bumbu, kemudian disusul oleh suku bangsa lainnya yang datang yakni terdiri dari Banjar, Jawa, Buton, Madura, Bali, Batak, Lombok, kemudian Cina, Korea, Philipina, India, Arab dan Turki.
Orang Bugis bersama-sama orang Banjar pada permulaan 1729 (Eisen Berger, 1750) di bawah pimpinan POEANNA DEKKE mengembangkan pertanian budidaya, penangkapan hasil laut dan pemanfaatan hasil hutan untuk kemakmuran rakyat Tanah Bumbu. Baru pada periode kepemimpinan LA PALIWENG menjadi raja di Pagatan dengan gelar ARUNG LAPALIWENG ABDUL RAHIM. Tanah Bumbu dapat disatukan sebagai suatu kesatuan wilayah wilayah di bawah satu pimpinan. Raja ini berputera LA MAKKARRAOE AMBO MATTURU ABDUL KARIM. Begitu banyak raja-raja yang pernah memerintah di Tanah Bumbu sesudah Abdul Karim, antara lain : ABDOEL DJABBAR ANDI DEBONG, kemudian I RATU DAENG MANGKAOE, ANDI SALLO ABDOEL RACHIM sampai terakhir ANDI ACONG, kemudian kawasan Tanah Bumbu menjadi suatu kewedanan Tanah Bumbu Selatan, sebagai bagian Kabupaten Kotabaru.
Masyarakat Tanah Bumbu sejak dulu sampai zaman perjuangan melawan penjajahan hingga sekarang merasa satu nasib, ini masih terpateri kuat. berawal dari suatu cita-cita untuk mewujudkan suatu kabupaten bagi kawasan yang kaya sumber daya alam, seluas 5.066,69 Km2 yang meliputi 119 buah desa dan satu kelurahan.
Perjuangan untuk membentuk daerah Tanah Bumbu menjadi suatu kabupaten sendiri dimulai sejak tahun 1958 yang dimotori oleh para tokoh masyarakat Pagatan. Dengan kehadiran UU No.22 Tahun 1999 membawa angin segar terhadap cita-cita masyarakat Tanah Bumbu untuk mewujudkan wilayah Tanah Bumbu menjadi satu kabupaten tersendiri terlepas dari kabupaten induk, dalam hal ini Kabupaten Kotabaru. Sehingga perjuangan untuk membentuk daerah Tanah Bumbu menjadi suatu kabupaten sendiri tersebut dilanjutkan oleh para tokoh-tokoh dari Kusan Hilir, Kusan Hulu, Satui, Sungai Loban dan Batulicin serta masyarakat asala Tanah Bumbu yang berada di luar Tanah Bumbu yang dengan penuh kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan keuletan. Perjuangan ini diwujudkan dalam suatu wadah “Panitia Penuntut Kabupaten Tanah Bumbu” diantaranya Prof. DR. H. Murad Baso dan K. H. Djajadi Hasan, satu tekad mereka adalah mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu hingga usaha yang gigih dan tidak mengenal putus asa tersebut secara konsisten dan akumulatif membuahkan hasil melalui jalur konstitusi.

0 Tentang Kain Tenun Pagatan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Tenun Pagatan dari Kalimantan Selatan



Warna-warni cerah yang melabur kain tenun justru terasa dingin di kulit. Membuat nyaman.
Bagi Anda yang sedang mencari kain untuk busana Lebaran atau pesta yang nyaman, jalan-jalanlah ke Desa Manurung Pagatan di Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa eksotis yang berada di pesisir laut pagatan Kalimantan yang berbatasan dengan Laut Makassar dan Laut Jawa ini penghasil tenun Pagatan, yang halus dan terasa dingin di kulit. 

Kabupaten yang kaya akan hasil tambang batu bara dan biji besi ini didiami oleh suku Bugis dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Tapi orang Bugis sejak dulu memiliki kegemaran menenun di sela-sela waktu luang. 

Berkunjung ke Desa Manurung Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu,  terlihat puluhan remaja perempuan dan para ibu menenun kain di rumah masing-masing mulai sore sampai malam hari. 

Kenapa mesti malam hari? Sebabnya, pada pagi harinya mereka harus pergi ke kantor, ladang, sekolah, atau bahkan ke laut. Kegiatan menenun dilakukan setelah aktivitas pagi hari selesai. "Menenun adalah pekerjaan sampingan warga," kata Salmah, salah seorang perajin tenun Pagatan. Wanita berusia 40 tahun ini memproduksi tenun ini sejak masih remaja dan mengenal tenun dari orang tuanya, yang memiliki usaha tenun Pagatan. 

Setelah berumah tangga, Salmah meneruskan usaha orang tuanya. Kini dengan 10 orang karyawan, dia memproduksi tenun khas Pagatan di rumahnya di Jalan H.M. Amin, RT 3, Desa Pagatan. Jenis tenun yang diproduksinya adalah songket, tenun ikat lusi, dan aneka pernak-pernik kerajinan, seperti tutup gelas, kipas, dan taplak meja. 

Menurut Salmah, yang menjadi ciri khas tenun Pagatan adalah kainnya yang halus, dingin, dengan warna-warni cerah, seperti merah, biru, kuning, dan hijau, serta motif etnik Pagatan. "Kain ini sangat cocok untuk daerah panas atau tropis," katanya. 

Harga tenun songket dijual bervariasi, dari Rp 300 ribu sampai Rp 750 ribu per lembar. Sedangkan tenun lusi Rp 350 ribu per lembar. Harga tenun songket lebih mahal karena proses produksinya lebih lama dari tenun ikat lusi. Satu lembar songket yang panjangnya 4 meter dapat diselesaikan dalam tiga bulan, sedangkan tenun ikat lusi dengan panjang 2 meter dapat selesai setelah 10-15 hari. 

Rahmah, 57 tahun, dan suaminya, Syafruddin, 60 tahun, juga menjadikan tenun sebagai sumber hidupnya. Rumah panggung berukuran 60 meter persegi berdinding kayu ulin (kayu besi) beratap sirap dijadikannya bengkel kerja. Ada tumpukan benang sutra, alat tenun, dan alat pemintal benang. 

Sama seperti Salmah, Rahmah pun mengenal tenun sejak remaja dengan membantu usaha tenun yang dirintis orang tuanya. Ketika orang tuanya mangkat, Rahmah dan suami melanjutkan usaha tersebut. "Usaha tenun ini telah menjad tumpuan hidup kami," ujar Rahmah ditemani suaminya. 

Kini, tenun Pagatan berbuah manis. Baik Rahmah maupun Salmah kebanjiran order. Selain melempar produknya ke butik-butik dan pedagang kain tenun di Kalimantan Selatan, Rahmah dan Salma juga melayani pembeli di rumahnya. "Saya sering dapat order dari istri Bupati Tanah Bambu, Wahyu Windarti Zairullah Azhar," kata Rahmah, yang mengaku bisa menjual 10 hingga 15 lembar kain per bulan. 

Di tengah cuaca panas, tenun Pagatan yang halus dan adem di kulit itu bisa menjadi pilihan busana di hari yang fitri nanti.
 
Memakai Benang Sutra Jawa
Perajin tenun di Pagatan mengeluh kesulitan bahan baku. Semula, menurut Rahmah, perajin tenun di Pagatan menenun kain dari benang kapas dan katun. "Tapi kualitasnya kurang baik sehingga kami beralih ke benang sutra," ujar Rahmah. 

Namun, mencari benang sutra di Kalimantan Selatan sangatlah sulit, sehingga perajin Pagatan harus mendatangkan benang sutra dari Pulau Jawa, misalnya dari Semarang dan Surabaya. 

Dari satu bal benang sutra seberat 5 kilogram yang harganya Rp 1,6 juta, kata Rahmah, dapat dihasilkan 15 lembar kain atau sarung. Artinya, dari setiap satu kilogram benang dihasilkan tiga lembar kain. 

Dari rumah-rumah produksi, perajin tenun menawarkan hasil tenunnya ke beberapa butik di Kalimantan Selatan. Beruntung, pemerintah setempat, Kabupaten Tanah Bambu, sering memesan tenun kepada perajin untuk acara-acara khusus. 

Tak hanya itu, kini tenun Pagatan sering diperkenalkan di ajang fashion show, seperti pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 yang lalu. Saat itu puluhan peragawati memperkenalkan tenun Pagatan di Kalimantan Selatan.

Kamis, 19 September 2013

0 Duta Wisata Tanah Bumbu sebagai ujung tombak yang di harapkan mampu memperkenalkan pariwisata unggulan dari Tanah Bumbu


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
 Duta Wisata Tanah Bumbu pada saat parade kapal di upacara adat mappanretassi masyarakat Pagatan, Tanah Bumbu


Duta Wisata Tanah Bumbu pada saat Karnaval pemecahan rekor muri Bakar Cumi terpanjang Se-Indonesia



Duta Wisata Tanah Bumbu pada saat pembekalan karantina di Hotel Ebony batulicin

Grand Final Duta Wisata tanah bumbu di Mahligai Bersujud

Penerapan tata cara baris berbaris dalam pembentukan ke disiplinan di depan kodim pagatan

persiapan wawancara di Hotel Ebony batulicin

0 Kain khas tenun pagatan Tanah Bumbu


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus mendorong pengembangkan kain tenun khas Pagatan sebagai salah satu aset dan khasanah budaya daerah.

Berbagai upaya sistematis telah dan akan terus dilakukan pemerintah daerah melalui dinas teknis. Salah satunya yakni melalui program pelatihan dan pembinaan kepada  pengrajin. Seperti yang digelar pada Senin (26/8) lalu di Kecamatan Kusan Hilir.

Bertempat di Aula Kantor Koperasi Industri Kerajinan Rakyat Tenun Pertiwi Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Tanbu  memberikan pelatihan kepada pengrajin.

Kepala Seksi  Bina Produksi Disperindagkop dan UKM Tanbu Fitriyanto mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kain tenun Pagatan seperti mengayaan dan penambahan motif serta peningkatan kualitas pewarnaan.

"Kita akan perbanyak desain motif, sehingga lebih menarik, termasuk pengayaan dari sisi  ragam warna,” ujar Fitriyanto.

Dikatakan Fitriayanto, sebanyak 30 pengrajin menjadi peserta pelatihan yang terbagi dalam kelompok, dimana tiap kelompok terdiri dari enam orang, yang merupakan wakil dari enam desa di Kecamatan Kusan Hilir.

“Mereka yang mengikuti pelatihan tersebut sudah memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang cara menenun, jadi langkah selanjutnya yang kami tempuh yaitu dengan memberikan pembelajaran bagaimana meningkatkan kualitas dari hasil tenunnya,” ujarnya.

Untuk mentor pelatihan peningkatan kualitas kain tenun didatangkan langsung dari Jepara Jawa Tengah, sedangkan materi yang diberikan nanti meliputi pembuatan motif, pewarnaan, dan perawatan alat tenun.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanbu, Hj. Erwinda Mardani mengatakan, salah satu objek kegiatan ekonomi kerakyatan yang digerakkan perempuan dan keluarga binaan pihaknya bekerja sama dengan  Disperindagkop dan UKM Tanbu adalah kegiatan kerajian kain tenun khas Pagatan.

Erwinda berharap melalui pelatihan dengan objek peningkatan kualitas kain tenun Pagatan tersebut akan mampu memberikan dampak pada peningkatan nilai jual  produk dan mampu mendorong perluasan pangsa pasar, sehingga dengan demikian kesejahteraan pengrajin pun bisa lebih meningkat lagi.

"Kami berharap begitu, sehingga dengan pelatihan tersebut tingkat kesejahteraan pengrajin secara bertahap dapat meningkat", sebut Erwinda.

Sekadar diketahui, Kain tenun khas Pagatan sejauh ini tak hanya dikenal masyarakat lokal Kalsel, namun sudah dikenal secara nasional. Kain tenun khas Pagatan juga tak hanya dikenal karena desain motifnya saja, tapi dikenal karena namanya juga menyebutnya nama daerah dimana pengrajin mengolahnya.

Untuk nama-nama motif kainnya sendiri pengrajin juga mengkaitkan dengan karakteristik Kota Pagatan sebagai daerah pesisir pantai.

Seperti motif Bumbang yang berarti gelombang. Jenis motif Bumbang sendiri merupakan refresentasi dari identitas dari karakteristik Kota Pagatan sebagai daerah pesisir yang notabene merupakan daerah pesisir atau kota yang dekat dengan laut.